Teruntuk Generasi Pewaris

www.hdnicewallpapers.com

Bukan tentang bagaimana mengakhiri sebuah perjalanan, ataupun menutup sebuah kisah. Kami menyadari betul bahwa di setiap guratan jejak yang kami tinggalkan, masih jauh terdapat cacat dan alpa. Kami sadari itu, dan kami mohon maaf yang teramat dalam atas segala tindak tanduk yang masih jauh dari kesempurnaan.

Generasi terbaik bukan tentang bagaimana ia membanggakan dirinya dengan deretan prestasi, atau sekedar memberikan ending yang berkesan. Generasi terbaik tercipta ketika ia bisa mendidik dan mewariskan generasi yang lebih baik setelahnya. Baca lebih lanjut

60 SGD for 3 Days in Singapore (Part I)

Perjalanan ke singapura dimulai dengan keberangkatan dari Bandung ke Cengkareng menggunakan Primajasa Bandung-Bandara Soetta yang kebetulan ane ambil dari batununggal. Kebetulan ini adalah penerbangan pertama ane, alias pertama kalinya naik pesawat. Makanya abis itu norak banget haha. Satu hal yang bikin ane khawatir adalah tas carrier yang gak dibolehin masuk kabin, karena dari size itu udah over, belom beratnya juga over (berat hampir 9kg). — tapi Alhamdulillah akhirnya ga ada masalah apapun, termasuk liquid yang ditas gak pada disita, hehe.

Foto rekayasa candid yang terlihat maksa

Foto rekayasa candid yang terlihat maksa

 

Oke balik lagi jadi pada pukul 06.00 tanggal 07 Agustus pesawat lepas landas membawa kami dari cengkareng ke Changi Airport. Dan seperti yang anda duga ane gak bisa tidur karena kebetulan dapet samping jendela dan pas banget bagian sayap, mekipun gak bisa dimakan kayak sayap ayam tapi gatau kenapa katanya spot paling bagus tuh sayap, iya aja lah ya. Hhe

Cek ig : @bangHamz buat video yang jauh lebih keren. endorsnya juga boleh qaqa

Cek ig : @bangHamz buat video yang jauh lebih keren. endorsnya juga boleh qaqa

Perjalanan diatas pesawat hanya menghabiskan waktu sekitar 1 jam, dan sampailah kami di changi airport, Bandara Internasional berkelas Internasional (yaiyalah). Tapi aseli ini bandara keren abess. Rata-rata alasnya karpet, ada tempat pijet, ada bioskop mini, ada mba-mba information center yang cantik (lah). Sejujurnya ane agak bingung pas udah sampe bandara mau gimana dulu, karena ketika mau melewati imigrasi singapura kita diharuskan mengisi sebuah form data diri dan alamat yang akan kita tuju di singapura, dan parahnya emang ane ngga pesen hotel/hostel terlebih dahulu, alhasil ane googling dulu buat masukin alamat hostel yang ‘rencananya’ mau kita tempatin nanti, haha. Fyi kalo butuh internet di changi tinggal menuju komputer-komputer yang berjejer aja, biasanya ada deket information center, dan disitu kita bisa internetan gratis via pc atau bisa juga mendaftarkan diri untuk dapet akses wifi.

Setelah mengisi form tersebut kami bersiap untuk keluar dan menuju Stasiun MRT. Hal paling menegangkan adalah saat akan melewati imigrasi. Karena beberapa kali ane baca imigrasi singapura ini cukup ketat, mereka gak mau ada orang gembel yang ujug-ujug dateng ke negara mereka, bukan berarti ane was-was karena bertampang gembel, tapi emang kita rencana disana mau ngegembel selama 3 hari, dengan 1 hari tidur di hostel, sisanya tidur di Mcd, hhe. Fyi ane berencana 3 hari selama di singapur, dan berapa uang yang ane bawa? 60 SGD! Keren gak? Itumah –kere- wkwk.

Kekhawatiran kedua setelah alamat hostel -yang sebetulnya belum dibuking- adalah nama ane sendiri, jadi nama ane di paspor dan di KTP tuh beda. Kalo di KTP Hamzah A, kalo di Paspor Hamzah Asadurrahman, jujur agak takut dikira dokumennya palsu dan ane dikira imigran gelap, dan dijebloskan ke penjara, dan disiksa dan ane gimana nanti nasib ikan patin di akuarium rumah? Hiks. Akhirnya dengan memberanikan diri ane tantang face to face itu petugas imigrasi, ehh dia ngomong Bahasa Indonesia ternyata :v, emang ketebak banget ya dari tampang ane yang kayak tukang baso komplek, hehe

1 menit yang gak berat sama sekali dilewati dengan baik, ane udah dapet cap dan siap bertualang. Eh masalah yang ditakutkan ternyata muncul, temen ane ketahan dan dibawa ke ruangan khusus petugas imigrasi. Ane yang udah lewat gak bisa ikut nemenin, akhirnya selama kurang lebih 15 menit temen ane berhasil lolos. Bukan kabur kayak di film Jackie chan, atau nyogok kayak ketilang di lampu merah, tapi ya emang gitu akhirnya tampang polos dan ndeso miliknya untuk kesekian kali menyelamatkan hidupnya. Usut punya usut ternyata masalahnya adalah namanya sangat pasaran, udah gitu paspornya masih kosong pula, jadi si petugas curiga itu dokumen palsu. Abis itu dia ditanya tentang mau ngapain di singapura, berapa lama, tinggal dimana, nomer booking hostelnya mana, tiket pulangnya ada ngga, dll. Tapi dia beralasan semua yang ditanya itu ada di ane, meskipun gak semua ada, untungnya petugasnya percaya. Hehe

Salah satu sudut Changi airport.

Salah satu sudut Changi airport.

Setelah tu kita langsung menuju stasiun MRT di bawah untuk membeli STP, ohiya sebelumnya jangan lupa ambil peta singapura setelah imigrasi, penting banget buat jalan-jalan nanti. Bagi yang belum tau STP (Singapore Tourist Pass) adalah kartu yang bisa digunakan untuk menaiki alat transportasi (bus dan MRT) secara bebas keanapun di singapura. Tinggal kita mau beli yang untuk berapa hari. Dan rejeki anak sholeh pertama yag ane dapet di singapura adalah pada hari Jumat, Sabtu, Minggu adalah hari perayaan ualng tahun negara singapura, jadi banyak sekali parade dan fireworks nantinya, juga pada hari minggu semua transportasi di singapura digratiskan. Ohyeah, lumayan bisa hemat duit buat oleh-oleh.

Hip-hip--- Horaay!!

Hip-hip— Horaay!!

Ini Bukan Commuter Line Tanah abang, suer

Ini Bukan Commuter Line Tanah abang, suer

Setelah itu kami langsung berangkat menuju destinasi pertama : Masjid Sultan. Karena hari itu hari jumat maka kami berencana untuk sholat Jumat terlebih dahulu. Namun karena kami telat dan hari itu hujan lebat plus kami tidak bawa payung, jadilah kami hanya sholat zuhur jamak ashar. Kami turun di stasiun Bugis Kemudian kami sambung dengan berjalan kaki. Yang unik dari masjid sultan ini adalah pengurusnya adalah orang-orang melayu, yang kita tau orang melayu itu hampir bisa dipastikan muslim. Kami sedikit berbincang-bincang dengan DKM setempat terkait sejarah masjid sultan. Mereka begitu excited ketika kami mengatakan bahwa kami berasal dari Indonesia, karena sejarah masjid sultan dibangun oleh orang Indonesia, Sultan dari salah satu kerajaan Nusantara dahulu.

Interior Masjid Sultan

Interior Masjid Sultan

:v

:v

 

Sok keren, padahal capek warbiyaza

Sok keren, padahal capek warbiyaza

Masjid sultan juga merupakan objek wisata bagi para turis, dari arsitektur terlihat sangat menawan dan indah. Dan enaknya lagi di dalam masjid terdapat keran air minum dingin dan panas, jadilah kami nyeduh energen dan mi gelas sambil menuggu hujan. Hhe

'Surga' bagi para backpacker

‘Surga’ bagi para backpacker

Destinasi selanjutnya adalah ke Aljuned. Dari browsing-browsing di hostelworld, saat ini hostel paling murah tidak lagi berada di bugis street, Chinatown, atau little India. Di aljuneid kami memesan hotel untuk sabtu malam seharga 15 SGD, kalua di bugis paling murah sekitar 20-25 SGD. Berhubung kami sudah pakai STP jadi tidak masalah hostel di aljuneid. Bagi yang tidak ada STP mungkin bisa mempertimbangkan di daerah lain yang ane sebutkan diatas, karena disana bisa langsung berbelanja atau sightseeing di sekitar hostel, tidak seperti di aljuneid yang tidak ada tempat apapun di sekitarnya, hehe.

Okey selanjutnya kami menuju merlion, fyi selama seharian dari jam 10 sampai sore kami terus menenteng tas carrier seberat 8.5 kg dan itu capekk bangetttt banget banget. Karena di singapur ini rata-rata tempat berdekatan dan bisa ditempuh dengan berjalan, akhirnya kami banyak sekali berjalan, belum lagi kami takut naik bis karena khawatir kesasar atau salah naik, jadilah kami hanya naik MRT dan itu capek bingitz. Bagi yang berniat menggembel seperti kami selama 3 hari di singapura ane sarankan bawa daypack saja dan isinya jangan banyak-banyak, kenakan sepatu yang nyamann pula supaya tidak kapalan. Alasan kami bawa carrier adalah kami masih akan lanjut 6 hari di Malaysia, huft.

Tas Carriernya minta turu, malu katanya udah gede masih digendong. (Alasan macam apa ini, pfft)

Tas Carriernya minta turun, malu katanya udah gede masih digendong. (Alasan macam apa ini, pfft)

Aku dan dia (Perahu-red)

Aku dan dia (Perahu-red)

Pemandangan Sore hari dari dekat esplanade

Pemandangan Sore hari dari dekat esplanade

Ada perahu di atas gedung. mungkin dia lelah berlayar

Ada perahu di atas gedung. mungkin dia lelah berlayar

 

Merlion sore itu sangat indah, kebetulan kami duduk dekat esplanade. Dan sore itu sebagian besar masyarakat sigapura keluar untuk menyaksikan festival kembang api dan beberapa konser.

Setelah menyaksikan tontonan gratis nan indah, plus mendapatkan beberapa marchindese yang dibagikan gratis, kami berjalan menuju Mc Doald City Hall untuk tidur makan. Dan tidak kami sangka petualangan kami yang jauh lebih seru akan hadir esok hari, ditambah pertemuan kami dengan bang Andre Tjen yang sudah keliling lebih dari 60 negara. Sampai sini dulu ya, see  ya 🙂

 

Super Tips Backpacker Murah! (dan agak murahan dikit, hehe)

IMG_20150806_210403

Sekitar beberapa hari lalu Alhamdulillah ane pulang dengan selamat ke negeri tercintah Indonesia raya merdeka merdeka…., setelah bertualang selama kurang lebih 10 hari di Singapura dan Malaysia. Sebuah pengalaman yang luar biasa karena disana pertama kalinyalah ane ke luar negeri, dan pertama kalinyalah ane naik pesawat! Haha

Oke jadi disini ane mau sekedar berbagi pengalaman, tips, trik, dan sebagainya buat kamu-kamu yang baru mau mencoba ataupun berencana untuk menjelajah ke luar negeri. Tapi disini lebih khusus buat yang mau backpackeran alias low budget, bahkan very low, haha. Sedikit cerita kemarin ane pergi 10 hari ke Singapura dan Malaysia cuman abis 1.5 juta rupiah (belum termasuk tiket). Bayangin 10 hari cuman abis 1.5 juta! Udah makan, penginapan, transport, jalan-jalan, bahkan oleh-oleh. Makanya stay tuned baca artikel ini ampe abis, hhe.

Pertama tama untuk Tips Backpack ke Luar Negeri kita bahas dulu dari tahap persiapan. Sebenernya apa sih yang kira-kira perlu dipersiapkan dengan baik? Inget sebuah perjalanan yang baik dimulai dari persiapan yang baik. Lebih baik rempong diawal daripada nanti rempong di negeri orang. Apa aja sih yang perlu disiapin? Mari kita bahas.

  • Tentukan teman perjalanan! ini merupakan part paling mendasar menurut ane. Kenapa? Karena ketika misalkan ente udah nyiapin paspor, tiket, itinerary, dan seterusnya sendiri, dan baru sadar belom ada temen. Maka semua itu bisa runyam ketika akhirnya kamu baru mendapatkan temen yag ternyata belom punya paspor, jadwalnya gak match, dan seterusnya. Maka dari itu tentuin temen perjalanan dari awal, supaya ngerjain semuanya bareng-bareng. Kan semuanya bisa jadi lebih mudah, tho. Hhe
  • Bikin Paspor! Sebelum tahap pembelian tiket jangan lupa untuk bikin pasor terlbih dahulu. Karena ketika membeli tiket identitas yang dicantumkan adalah identitas paspor. So, bikin aja dulu meskipun belom jelas mau berangkatnya kapan atau kemana hhe. Ngga usah khawatir karena pembuatan paspor tidak harus di domisili asal, dan sebagian prosesnya dapat dilakukan via online. Selanjutnya sewakktu proses onsite jangan lupa untuk dating pagi-pagi. Karena biasanya sebelum jam bukapun sudah banyak yang antri, hhe
  • Tentukan Negara Tujuan! Nah sambil nunggu proses pembuatan paspor yang lebih kurang 2 minggu, silahkan tentukan tujuan bakpackingnya mau kemana. Bagi yang masih pemula emang paling tepat tujuannya adalah Singapura atau Malaysia. Selain aksesnya deket, tergolong cukup murah (terutama Malaysia), transportasi public mereka sudah sangat memadai untuk menjelajah lokasi-lokasi menarik. Ngga perlu takut kalo Bahasa inggrismu belum lancar, karena di singapura rute transportasi (khususnya MRT) bisa dipelajari dengan mudah bahkan hampir tanpa bertanya. Sedangkan di Malaysia kita bisa bertanya dengan Bahasa Indonesia, hehe
  • Tentukan Waktu yang Tepat! Apakah itu waktu libur kuliah/sekolah, waktu cuti bersama, waktu luang bersama pasangan *eaa, long weekend, peak season, low season, winter, summer, spring, musim hujan/panas, dst. Pertimbangan tadi menjadi penting arena amat bergantung dengan barang-barang yang harus dibawa nanti.
  • Beli Tiket! Sejujurnya inilah masa-masa tersulit, hhe. Karena kita ngga bisa menebak kapan promo akan datang, yang jelas belilah tiket jauh-jauh hari (4-12 bulan sebeklum keberangkatan). Meskipun kadang ada promo dengan rentang yang pendek, namun setau ane itu jarang banget. Sering-seringlah buka web maskapai LCC (low cost carrier) seperti Airasia, Tigerair, Lion/Malindo Air, dsb. Atau bisa juga langsug buka skyscanner.com, atau bisa juga buka tiket.com, traveloka.com, nusatrip.com, terutama bagi yang gak memiliki credit card. Ohiya bisa juga join grup-grup sosmed seperti Backpacker Dunia (Facebook), karena biasanya banyak yang sharing baik tentang promo tiket maupun hal lainnya.
  • Buat Itenerary! Bagi yang baru denger, Itenerary itu semacam rencana perjalanan. Isinya seperti susunan acara yang isinya rencana kita. Mulai dari waktu, tujuan, transportasi, penginapan sampai perkiraan uang yang akan dikeluarkan. Banyak-banyaklah browsing untuk membuat itinerary ini, dan buatlah sebaik mungkin dan sedeail mungkin. Contohnya banyak bisa didapat di internet ataupun grup-grup backpacker. Jangan sampe nanti di negara tujuan kita planga-plongo kayak anak ayam nyasar, takut-takut nanti dijadikan sasaran kejahatan orang.
  • Pelajari Negara Tujuan! Pelajarilah transportasi, lokasi-lokasi menarik, adat istiadat, larangan-larangan, aturan, dsb. Seperti misalkan di singapura tidak boleh makan/minum di MRT, harus membawa colokan kepala 3, dan sebagainya. Kalo bisa pelajari juga Bahasa setempat, setidaknya kosakata pentingnya. Bagi yang mau ke Malaysia silahkan nonton Upin-Ipin selama sepekan penuh sebelum berangkat! Haha
  • Tukarkan Uang! Setelah dari itinerary diketahui perkiraan budget, tukarkan uang yang telah anda kumpulkan dari menahan uang jajan selama 2 tahun :p. Carilah money changer terdekat yang cukup besar dan meyakinkan, setelah itu tukarkan uangnya, jangan melamar kerja. Dari beberapa source yang ane baca, menukarkan lewat money changer lebih baik ketimbang lewat bank. Dan kalau menukarkannya tidak sampai puluhan juta, gak perlu cari money changer dengan kurs terbaik. Karena paling selisih sedikit. Bahkan sangat sedikit. Ohiya satu lagi, jangan sampe lupa nukerin noh duit karena nilai tukar rupiah di negeri asing kecil banget! Tapi jangan khawatir kalau bener-bener kepepet di Malaysia ada ATM Bersama.

Untuk tahap persiapan kurang lebih segitu yang diinget. Silahkan ditambahkan di comment kalau perlu. Insya Allah di postingan berikutnya ane akan menceritakan pengalaman super kere di singapur. Dimana tempat hostel paling murah yang ternyata tidak lagi di bugis street atau little india. Dan tips Tidur gratis di singapura!! Yang ane lakuin selama 2 malam disana. Okee see ya!

Siratan Setelah 3 Tahun

20150527_8905

It’s been a long day, without you my friend..

And I’ll tell you all about it when I see you again..

We’ve come along way, where we began..

Oh I’ll tell you all about it when I see you again..

when I see you again..

(See You Again-Wiz Khalifa)

Pagi ini kucoba untuk bangkit keluar dari kamar, membuka pintu rumah dan menikmati suasana hangatnya mentari yang mulai meninggi. Sura indah sahutan burung menambah kemesraan biru langit dan putihnya awan. Meski sedikit gontai karena kurang sehat, kucoba untuk berjalan untuk sekedar melepas penat dan melemaskan sendi-sendi. Hari ini tanggal 02 Juni, tepat 3 tahun lalu aku terbangun dengan semangat menggebu dan dag dig dug tak menentu karena harus menyampaikan kata-kata perpisahan wisuda selepas SMA kala itu.

Aktivitas pagi hari mulai nampak, meskpun hari ini libur, para penjual sarapan sudah mulai menjajakan dagangannya dengan peuh semangat. Beberapa orang keluar untuk berolahraga pagi, sendiri ataupun bersama keluarganya. Tiga tahun adalah waktu yang cukup lama untuk sebuah perpisahan, atau bahkan teralu sebentar untuk melihat sebuah perubahan. Apa kabar kawan? Masihkah hari-harimu dipenuhi senyum dan tawa itu. Senyum hangat dan tawa renyah yang entah kenapa hari ini sedikit kurindukan.

Beberapa pengendara motor memacu tunggangannya saling berkejaran dengan waktu. Kadang memang hari libur tidak diperuntukkan untuk semua orang. Di lapangan sana ada beberapa anak yang siap untuk kick off sepak bola dengan sandal jepit sebagai gawangnya. Banyak, amat banyak hal yang begitu kurindukan. Begitu indah ketika mengenangnya. Namun aku tidak ingin terjebak pada masa lalu. Karena akan ada 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun, 8 tahun, dan terus hingga entah kapan berakhir.

Aku kembali tersenyum. Matahai yang semakin meninggi memaksaku untuk berjalan kembali menuju rumah. Setelah membeli nasi uduk lengkap dengan kerupuknya. Kau tahu kawan, dari sekian banyak organisasi, komunitas, kawan baru, almamater, dan apapun bentuknya. Kalian tetap yang terbaik dan tak tergantikan. Begitu bahagia ketika mendengar kabar baik dari kalian, dan begitu sedih ketika beberapa mulai melakukan sesuatu yang kurang bisa mencerminkan almamater kita bersama.

Akan ada banyak hari-hari yang harus kita hadapi di jalan masing-masing. Sulit memang untuk bisa sekuat dan sebaik seperti di masa-masa dahulu. Namun disinilah seharusnya kita berjuang sebagai bukti hasil tempaan 3 tahun yang telah kita lewati. Akan ada masa dikala kita akan sering bertemu satu sama lain. Dalam reuni-reuni kecil pernikahan yang akan dihelat oleh masing-masing dari kita. Dan aku akan sangat bahagia menyambut hari-hari itu nanti.

Suatu Saat

DSC_0918

Dalam setiap bait hirupan nafas,

Tiap langkah kaki yang membekas pada guratan batu,

Kami mencoba bertahan dalam sabuah harapan,

Melihat sisi lain keagunganNya dari jarak yang lebih dekat..

 

Yang kami yakini bahwa esensi dari semua ini bukanlah sudut teratas,

Tapi kebersamaan dalam setiap langkah untuk saling menguatkan,

Untuk saling berbagi beban dan memahami satu sama lain,

Dan kami percaya kami akan sampai kesana..

 

Dibalik setiap beban yang terpaut di pundak kami,

Ditambah peluh yang terus mengalir,

Dan juga erangan sesak dari paru-paru yang semakin menghimpit,

Kami berusaha untuk tetap tegar dan berikhtiar menyebut nama Nya..

 

Pada titik dimana rasa sakit begitu membuncah sehingga rasanya ingin sekali berhenti,

Saat dimana hujan dan hawa dingin bersatu menyerang kehangatan tubuh,

Kami mencoba menggali semangat dan mengingat-ngingat,

Bagaimana kami memulainya di titik awal..

 

Sungguh indah, dan luar biasa memesona karyaMu,

Segala jerih payah terbayar sudah,

Segala bentuk pengorbanan akhirnya terobati,

Oleh lukisan alamMu yang maha dahsyat..

 

Putihnya lautan awan berpadu birunya langit,

Ditemani indahnya seberkas sinar mentari,

Kami semakin menyadari betapa kecilnya diri ini,

Berbanding ciptaanMu yang maha luas..

 

Daintara hempasan kabut yang membumi,

Juga gesekan ringan antara angin dan dedaunan,

Dengan lirih kuuntai bait-bait doa,

Agar suatu saat bisa berbagi keindahan ini bersamamu..


DSC_0836

 

DSC_0848

Kemana Ia Akan Bermuara?

15306

Ketika kau bertanya-tanya kemana rasa ini akan bermuara, akupun tidak tahu jawabannya. Meskipun banyak sekali tempat yang terlihat nyaman untuk disinggahi, bahkan hampir saja menepi pada sebagian kecil diantarnya, namun apalah daya. Aku rasa ia belum siap untuk benar-benar bermuara, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan. Ya, samudera yang menghampar masih teramat luas. Masih terlalu dini untuk akhirnya berlabuh, dan menjemput seseorang untuk mengelana ombak demi ombak hingga akhir yang dituju.

Ini bukan tentang perasaan seorang manusia saja, setidaknya. Atau tentang bagaimana kita menerka-nerka akhir dari sebuah kisah klasik yang barangkali belum dimulai sepenuhnya. Aku tidak ingin menyimpulkan terlalu dini untuk masalah ini. Yang dapat kulakukan hanyalah terus berusaha mengakselerasi diri dan bersujud di saat orang-orang bermimpi.

Jika kau bertanya kemana cinta akan pergi, biarlah ia membumbung tinggi. Biarkan ia terbang mengangkasa bersama bat-bait doa yang terpanjat dalam riuh rendah diri ini. Yang kuyakini, ia masih menjadi misteri sampai saat itu tiba. Saat dimana Sang pemilik cinta menghadirkanku sebuah pemberian terindah sebagai jawaban atas syair-syair permintaan yang kerap kupanjatkan.

Sampai saat itu tiba aku tidak ingin menerka hadiah mana yang nantinya akan Ia berikan. Biarlah semesta bekerja, hingga akhirnya ia akan menjadi kejutanyang amat berharga. Sampai jumpa cinta. Terbanglah dengan bebas bagai seekor burung yang terlepas dari sangkarnya. Berenanglah bersama ombak, melayanglah bersama awan. Biarkan dirimu bebas hingga waktunya tiba, saat dimana kau harus bermuara pada waktu dan kesempatan yang tepat. Saat dimana aku telah siap mengarungi samudera bersamanya dalam ikatan sempurna sebuah janji suci yang telah dinisbatkan oleh sang pemilik semesta.

gambar dari sini.

Salam ‘Perpisahan’

Hari itu akhirnya tiba. Setelah melewati malam-malam yang begitu panjang, dengan ribuan alasan kegundahan. Hari dimana kau akhirnya dapat mengikat sebuah janji suci, bersama wanita yang bertanggung jawab atas sulitnya matamu untuk terpejam akhir-akhir ini. Hari dimana terucap kalimat ijab dan qabul dengan meminta restu pada ayah dan ibunya. Hari dimana kau membuktikan dirimu sebagai seorang lelaki sejati, yang berani meminang seorang gadis untuk dapat menyempurnakan separuh agamamu.

205279

Pada hari ini akupun ikut berbahagia, bersama Umi, Abi, Eyang, Afini, Ziyah, dan puluhan tamu lain yang menyaksikan. Fase kedewasaan tumbuh berakselerasi begitu cepat pada dirimu. Kegundahan dan keraguan kami terjawab sudah. Usaha, ikhtiar, dan doa-doamu di sepertiga malam terakhir yang belakangan kau panjatkan kini sudah terkabul. Bersamanya di sisimu, kau siap menempuh fase baru untuk berlayar mengarungi samudera kehidupan yang lebih luas.

205280

Rintikan air yang berjatuhan rasanya belum mau berhenti. Saat dimana aku memelukmu sebagai ucapan tanda selamat. Entah kenapa pelukan kali ini rasanya berbeda sekali. Tangisanku bukan sepenuhnya karena rasa sedih dan bahagia. Sulit sekali merangkai dan mengutarakannya. Barangkali inilah ikatan yang Allah berikan kepada dua saudara yang saling mencintai karena-Nya. Semoga Allah menguatkan setiap langkahmu untuk membangun pondasi sakinah, mawaddah, warrahmah, wadda’wah.

20150412_100102

Suatu kebanggaan akhirnya aku bisa melihat senyuman itu dari sudut bibirmu. Senyuman berbeda yang baru kulihat setelah 20 tahun bersamamu. Sebuah kebahagiaan karena akhirnya kau menemukan teman hidup bersama sampai rambutmu beruban nanti. Dari jauh kupandangi punggungmu yang kini telah siap untuk memikul beban dalam membangun sebuah keluarga luar biasa. Tak ada yang perlu dikhawatirkan apalagi diresahkan. Dari tempatku berdiri, aku menyaksikan dirimu telah siap untuk mengelana bersamanya, sebagai seorang suami, kepala rumah tangga, dan ayah hebat bagi anak-anakmu kelak.

20150412_111648