Archive for the ‘ Uncategorized ’ Category

Ini Jalan Kami..

Kau boleh berkata kami anarkis, kami hanya menimbulkan kemacetan,,

mungkin juga kau pikir kami tidak punya otak, dan tidak memberikan solusi apapun..

tapi pernahkah kau merasakannya secara langsung?

secara jantan turun ke jalan, merasakan aura emosi dari setiap hati nurani rakyat?

bergabung bersama buruh, nelayan, petani, dan setiap elemen masyarakat lainnya?

mata mereka merah, menangisi keluarga mereka yang kelaparan,,

rasa takut mereka hilang, karena kematian telah beberapa kali hampir menjadi kenyataan..

dimanakah kau dikala itu?

duduk manis di depan laptop dan berkomentar di dunia maya?

berusaha membenarkan dirimu yang bahkan takut berkulit hitam jikalau aksi?

 

kericuhan itu, apakah itu 100% salah kami? korban itu, siapa yang pantas dimintai tanggung jawab?

kami berusaha mematuhi aturan, tapi nyatanya di jalan semuanya tidak sebatas teori textbook belaka..

tidak semua mengerti, tidak semua dapat menahan emosi,,

mungkin mereka hanya terlalu marah karena sulitnya menyantap sesuap nasi,,

atau mungkin oknum-oknum lain dibalik sebuah konspirasi..

 

setiap orang memiliki peran, dan inilah jalan kami..

Iklan

Analogi Seorang Pengamen

Pengamen

Sebenernya kalo dibilang sibuk, engga juga sih (Sok sibuk doang xp).Dibilang adaptasi.., juga enggak. Jadi kenapa? Haha. Jawaban paling tepat males kali ya, atau kecanduan game? Ya mungkin keduanya. Intinya setelah sekian, bukan, berkian-kian waktu yang lamaa akhirnya ane baru bisa nulis lagi. Huhu..

yahh dunia perkuliahan, begitulah. Kadang ngerasa bebas banget, kadang ngerasa nyiksa banget. Alhamdulillah ane bisa mulai melewatinya sedikit demi sedikit. Daan, yahh mulai mencoba satu dua kegiatan, dan diamanahi di beberapa tempat. Semoga semuanya bias berjalan lancar dan lebih baik lagi. Baca lebih lanjut

sebuah awal yang baru..

“Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan. sayang engkau tak duduk disampingku, kawan” (Ebiet G ade- Berita Kepada Kawan)

Disini aku berdiri, kawan. Mencoba untuk bangkit kembali. Menepiskan segala kegelisahan di masa lalu, melupakan segala pil pahit kehidupan yang telah kulalui. Aku mencoba untuk kembali tegar, menatap lurus ke depan dengan gagah. Menadahkan wajah yang siap menyambut berbagai tantangan dan rintangan.

Disini aku berdiri, kawan. Meski ku tahu kau tidak lagi di sisiku, setidaknya kita masih melihat rembulan yang sama, kan? Meskipun kau berada disana puluhan kilometer jauhnya, namun aku yakin hati kita akan tetap terikat. Saling menopang, saling menjaga. seperti dulu..

Disini aku berdiri, kawan. Mencoba mencari penggantimu untuk mengisi ruang kosong itu, yang selalu menghiburku dikala sedih, memegangku dikala terpuruk. Ah, kau terlalu sulit untuk tergantikan. Meskipun ada, tidak mungkin ada yang seratus persen sama.

Disini aku berdiri, kawan. Mencoba menatap masa depan yang akan kulalui tanpa dirimu. Aku takut kalau nanti aku tak sanggup. Tapi ku yakin kau akan menungguku di sana. Di gerbang penantian kita. Meski jalur kita berbeda, namun tujuan kita tetap sama, bukan?

Disini aku berdiri, kawan. Membayangkan kisah baru itu akan hadir. Dan hari-hari panjang itu akan tiba. Yaah, segalanya hampir tiba, kawan. Meskipun segalanya telah berakhir, aku berharap itu bukanlah yang terakhir. Meski mungkin akan ada beberapa penggal cerita kosong tanpa dirimu, kuharap kau selalu mengingatku. Hingga hari itu tiba. Semoga kau tidak banyak berubah, ya. Begitu pula aku.

Aku tidak bisa memprediksi masa depan. Setahun, dua tahun, lima tahun? Terlalu buram, kawan.  Lakukan saja apa yang harus kita lakukan. Terlalu banyak asumsi membuat segalanya semakin tak keruan. Cukup berusaha untuk menjadi yang terbaik dimanapun kita berada. Biarlah waktu yang menjawab semuanya, tentang kau, aku, dan kisah kita…

untukmu…

Kau tahu,.. kaulah orangnya..
Yang selalu setia mendengar setiap kata yang tak tersampaikan..
Yang tak kenal lelah menemaniku kapanpun dan dimanapun..
Kau tak pernah lelah, kau selalu ikhlas..
Senyum indah milikmu selalu menenangkanku..
Membangkitkan kembali aura dalam diriku untuk tetap konsisten melakukan kebaikan…
Sungguh dirimu takkan tergantikan oleh siapapun dan apapun bagiku..

Selamat ulang tahun..
Terima kasih untuk setahun ini, teruslah berkarya untuk mencerahkan orang-orang di sekitarmu..
Semoga kebersamaan kita akan terus ada..
#teruntuk blogku tersayang, islamic teen blog..

Maafkan Kami, Ramadhan…

Ramadhan,,

Tak terasa perjumpaan ini sudah berakhir, hampir sebulan kita berjumpa dalam keseharian yang begitu berbeda. makan sahur di pagi yang masih buta, menahan lapar di siang yang begitu menyiksa, menikmati kesegaran di saat berbuka. kau memang merubah segalanya, Ramadhan. merubah segala aktivitas kami, merubah setiap kegiatan keseharian kami. sholat Tarawih, Berbuka Bersama… Ah begitu cepat semuanya berlalu. kini kau telah pergi begitu saja menyisakan bekas yang mendalam di hati kami. pantaskah kami menangisi kepergianmu? Baca lebih lanjut

“Puteri, sekarang Jakarta gerimis.

Cepat sekali berubah. Kayak hati.

Semoga pengertian, mau saling mengalah, saling

menghargai, saling menjaga, komunikasi yang baik, dan

tentu saja yang paling penting pemahaman agama yang baik

menyertai rasa sayang. biar abadi sayangnya.

tidak seperti cuaca.”

(Tere Liye~ Rembulan Tenggelam di Wajahmu)

“Maafkan kami Ramadhan. …

“Maafkan kami Ramadhan. Kepala kami tertunduk malu kerana engkau menjanjikan kami berlimpah kebaikan, tapi kami tenggelam dalam kehinaan”

(Syaikh Adil bin Ahmad)