Archive for the ‘ Review Buku ’ Category

Review Buku : Sang Pemusar Gelombang

Sang-Pemusar-Gelombang-baru

Diantara beberapa buku biografi yang pernah saya baca, Sang Pemusar Gelombang tergolong β€˜berbeda’ dan cukup unik. Karena dalam buku ini, M. Irfan Hidayatullah mencoba menggambarkan sosok Imam Hasan Al Banna dalam cerita yang terbungkus sebuah novel fiksi. Di novel tersebut, sang Imam bukan merupakan tokoh utama, melainkan seorang sosok yang diceritakan kembali oleh tokoh pada cerita tersebut. Disini sang penlis mencoba mengantarkan pembaca secara ringan kepada sosok tokoh perubahan Mesir, dan juga pimpinan dari organisasi islam terbesar saat ini, Ikhwanul Muslimin, melelui potongan-potongan kisah penting dalam perjalanan singkat hidup beliau.

Di awal cerita, pembaca akan dibuat bingung dengan melompat-lompatnya alur cerita dari beberapa tokoh. Yang pertama adalah Randy, seorang aktivis kampus yang juga merupakan ketua LDK (Lembaga Dakwah Kampus). Ia merupakan sosok mahasiswa muslim pengagum Hasan Al-Banna yang begitu mencintai ideologi yang dibawa olehnya. Namun sisi baik Randy ini ditentang oleh keluarganya, terutama sang ayah. Ia dicap ekslusif karena tidak lagi berbaur dengan saudara-saudaranya, bahkan ayahnya sempat menganggapnya islam garis keras karena ia tidak lagi mau bersalaman dengan sepupunya yang perempuan. Baca lebih lanjut

Iklan

Review Buku : Renovasi Negeri Madani

BUmCn4fCYAAHR_i (1)

Di era postmodern ini, Turki dianggap sebagai Negara muslim dengan tingkat konsistensi paling tinggi dalam menjaga stabilitas politik demokrasi dalam dan luar negeri. Ia dapat bertahan dan mengikuti perkembangan global dunia, namun tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang merupakan agama mayoritas penduduknya. Buku Renovasi Negeri Madani beranggapan bahwa perlu adanya pembedahan secara khusus untuk mempelajari dan mengadaptasi pola yang telah ada di turki dan menerapkannya pada Negara-negara muslim.

Arya Sandhiyudha, mantan ketua PPI Istanbul yang sekarang menjabat sebagai ketua PPI Turki, mengisahkan di awal bukunya tentang kondisi Mesir baru-baru ini. Rentetan peristiwa arab spring yang dimulai di akhir 2010 atau awal 2011 pada akhirnya berdampak pula pada kemenangan dakwah di Mesir. Hal ini jelas tergambar dengan terpilihnya secara demokrasi untuk pertama kalinya, seorang presiden dari Ikhwanul Muslimin yaitu Doktor Mursi. Namun dengan berbagai faktor internal dan eksternal, kemenangan tersebut kini tenggelam dengan kudeta secara paksa oleh militer yang dipimpin oleh AsSisi. Baca lebih lanjut

Review Buku : 99 Cahaya di Langit Eropa

download

Tantangan sebagai seorang muslim di negeri berpenduduk mayoritas nonmuslim tentu berat, namun bukan berarti kita harus malu dan menutup diri. karena disanalah kita menjadi pusat perhatian dan memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi seorang agen muslim yang baik.

itulah salah satu dari sekian banyak hikmah yang bisa saya ambil dari buku karya Hanum Rais, 99 Cahaya di Langit Eropa. Sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata seorang mahasiswa S3 (Rangga) dan Istrinya (Hanum), dalam menjalani hidup sebagai pendatang di negeri Austria. Kedua pasangan ini mengembara mencari jejak-jejak peninggalan kejayaan Islam di eropa melalui museum dan kunjungan langsung ke bangunan peninggalan yang masih ada. Baca lebih lanjut

Review Buku : Sintong & Prabowo

208875_449614311718408_437412855_n

Pasca lebaran kemarin, saya mencoba memulai kembali kebiasaan untuk membaca. Apapun bukunya, saya akan coba menyelesaikan dalam waktu satu pekan dan me reviewnya disini. Meskipun tentu masih banyak kekurangan saya dalam hal me-review buku, namun hal ini diharapkan dapat membuat saya konsisten dalam membaca dan menulis.

Buku yang kali ini ingin saya review adalah sebuah buku berjudul Sintong&Prabowo. Buku berbau tokoh nasionalisme pertama yang saya baca, dan buku bernuansa militer pertama pula bagi saya.

Kesan pertama yang saya dapatkan dari buku ini adalah bahwa dalam tubuh sebuah lembaga militer, yang seharusnya independen justru memiliki banyak sekali persaingan antar golongan yang lebih dahsyat untuk dapat mengisi kursi pemerintahan. Sebut saja golongan Prabowo, M. Yusuf, dengan ormas-ormas islam yang dikatakan golongan kanan bersaing secara keras dengan golongan Sintong, L.B. Moerdani, yang memiliki garis pemikiran ke arah kiri. Baca lebih lanjut