Aku Harus Pulang

file

Malam ini jalan supratman sudah cukup renggang. Genangan air di aspal dan tetesan pada daun masih membekas sisa hujan tadi sore. Motorku melaju dengan kecepatan konstan membelah udara dingin yang merasuki sela-sela kemeja yang kukenakan. Beberapa pengendara masih melajukan tunggangannya menuju kediaman masing-masing untuk beristirahat. Namun pikiranku belum cukup tenang malam ini, ada beberapa hal yang mengganjal di sudut ruang kepala ini.

Teringat sebuah pesan wa masuk ke smartphone chinaku beberapa waktu lalu. Sebuah pertanyaan, atau lebih tersirat sebagai ajakan untuk bergabung ke dalam kepengurusan organisasi tingkat daerah. Kebetulan kepengurusan sebelumnya baru saja demisioner, dan akan segera dibentuk kepengurusan berikutnya untuk jangka waktu dua tahun ke depan.

Kala itu begitu lama aku menatap pesan tersebut dan belum mampu untuk membalas. Untung saja belum kubuka chatnya, sehingga terlihat seperti belum di read, hhe. Pada akhirnya aku baru dapat membalas pesan tersebut keesokan harinya. Cukup singkat dan pastinya mengundang banyak pertanyaan setelahnya, namun intinya : aku harus pulang.

Motor kubelokkan ke jalan Ahmad Yani dan kemudian melaju menuju jalan Laswi. Beberapa toko sudah mulai mematikan lampu dan menutup tirainya, namun beberapa kedai makan emperan masih melayani pelanggan. Semilir aroma nasi goreng merebak diudara cukup menggoda iman, tapi kuputuskan untuk tidak menepi mengingat dompet sedang tidak terlalu bersahabat.

Ya, aku harus pulang. Sekali lagi kuulang kalimat tersebut dalam benakku. Mungkin kau ingin tau alasannya, atau kalaupun tidak, setidaknya jangan anggap aku lari dari medan pertempuran atau lahan kebermanfaatan, di kota (dan kabupaten) yang telah membuatku jatuh hati ini. Kau tahu, keputusan ini bukan sebuah pilihan mudah, perlu pertapaan panjang bahkan lebih lama dari episode kera sakti melawan siluman yang menghalanginya menuju barat.

Adalah Ibu sebagai alasan utamaku. Kepulangan terakhirku ke rumah di Jakarta coret (baca: Bekasi) memberikan alasan kuat bagiku untuk pulang pasca lulus. Sudah kebiasaan bagiku untuk menghabiskan waktu di rumah untuk berbincang-bncang dengan anggota keluarga terutama mommy (ibu maksudnya). Percakapan terakhir sebelum kepulanganku menyiratkan bahwa mommy benar-benar menungguku pulang ke rumah. Meskipun tersirat namun secara jelas aku paham bahwa mommy amat butuh support diriku dalam menjalani bisnis wo yang telah dikembangkannya selama hampir separuh dekade.

Sudah mendekati sepuluh tahun sejak terakhir diriku tinggal di rumah bersama keluarga. Aku merasa inilah kesempatanku untuk akhirnya pulang dan belajar lebih berbakti kepada dua orang yang paling aku cintai. Mengingat abang beserta istri dan calon anaknya (sebentar lagi gue jadi om, masya Allah) sudah memiliki rumah sendiri dan tinggal menunggu waktu untuk pindah, maka praktis di rumah tidak ada lagi anak-anak yang tinggal secara tetap ( 2 adikku di pesantren dan kuliah di depok).

Melewati hotel horison, motorku kemudian berbelok memasuki jalan buahbatu. Disini kendaraan lebih ramai dan memang selalu ramai. Kenangan jalan ini sudah tak terhitung lagi bagiku dan mungkin bagi para penghuni kampus bojongsoang. Sejujurnya, berat sekali bagiku untuk meninggalkan kota (dan kabupaten) dengan sejuta pesona ini.

Suatu saat aku akan sangat rindu untuk kembali tinggal di sini. Karena Bandung aku berjuang untuk belajar dan bertemu kawan-kawan hebat. Dari ilmu eksak sampai ilmu pergerakan, dari belajar agama, bisnis, hingga belajar mencintai tanpa alasan (alay). Aku akan rindu pada dinginnya Bandung, keindahan alam dan sejarahnya, hingga teteh geulis pada setiap sudutnya. Ah kawan, kau harus tahu bahwa Bandung adalah kota yang paling kukenal dibanding kota lain yang pernah kutinggali sebelumnya, bahkan kota kelahiranku sekalipun.

Teringat quotes Pidi Baiq : Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan persaan, yang bersamaku ketika sunyi. Bagiku, Bandung telah membuatku jatuh cinta bahkan sebelum memasukinya. Ia adalah kepingan surga yang tersesat di muka bumi. Semoga kelak ada kesempatan kedua atau ketiga untuk kembali bersamamu. Namun dalam waktu dekat, aku harus pulang. Segera.

 

gambar dari sini

 

 

 

Iklan
  1. udah lulus jah? udah wisuda?

  2. Mantap! Semoga dilancarin niatnya masbro :v

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s