Dalam Diam

majus_poppy_field_near_glynde_by_momodem

Di pantulan cermin itu aku memandangmu malu-malu. Melihat sekelebat pipi merahmu dari sudut mata ini. Ada desiran halus yang tiba-tiba menerpa dada. Ah, dirimu memang lebih cantik dalam diam dibanding saat tersenyum di depan kamera. Namun lagi-lagi mulutku terkatup rapat, hatiku bergemuruh kencang.

Dalam terpaan angin diantara ilalang aku kembali berdesah. Menatap jauh dataran rendah dibalik pepohonan rindang. Mencoba menerka masa depan, mencari jawaban dari sebuah pertanyaan besar. Namun lagi-lagi semua berakhir dalam terkaan tanpa dasar, karena sejatinya aku belum melangkah, bahkan belum berani untuk mengambilnya.

Biarkan ia tumbuh perlahan bak bunga mawar merah kecil di sudut taman. Jangan paksa kuncupnya untuk merekah, karena sebuah paksaaan tidak akan melahirkan keindahan. Biarkan aku coba bertahan dalam retorika dan ketakutan. Setidaknya sampai ia benar-benar siap untuk memperlihatkan kesempurnaan mahkotanya. –Semoga tidak lama.

Aku tidak tau kemana langit akan membawa do’aku. Aku tidak mau memaksakan, karena langit selalu lebih tau pilihan terbaik. Untuk saat ini, aku hanya ingin diam. Melihatmu dari kejauhan sambil terus melangkah. Menjalankan segala kepastian sebelum memasuki ketidakpastian.

Tentang bagaimana kamu, aku benar-benar tidak tahu. Bahkan pertemuan denganmu tidak menjawab apapun. Lagi-lagi aku takut. Beretorika dan beretorika tiada henti. Tentang dirimu sekarang, nanti, setelah nanti, dan seterusnya. Pikiran negatif itu muncul kembali.

Pada akhirnya aku hanya bisa terdiam dalam dekapan sinar mentari. Melantunkan do’a-do’a panjang hingga ia melambung tinggi. Mencoba menggariskan takdir, menuliskan sejumput harapan, dan melawan rasa takut. Berharap ia kian menguat dan menggerakkan sendi-sendi langit. karena di sana, pertarungan antara takdir dan do’a selalu terjadi.

 

Gambar dari sini

Iklan
  1. Romansa yg indah.
    doakan terus agar takdir berpihak kepadamu zah. :v

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s