Selamat Berjuang Adikku Sayang

Mataku tiba-tiba berair. Tak kuasa membendung perasaan yang menjalar begitu cepat ke seluruh bagian tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kiriman foto dari WA grup keluarga membuat air mataku tumpah seketika. Adikku yang cantik, Mumtaziyah Salamah, akhirnya berangkat menuju pesantren Hafalan Al-Qur’an Ummu Habibah di usianya yang ke 9.

Ziyah, abang masih ingat ketika dulu Ummi menceritakanmu tentang kutamaan dari Allah untuk para penghafal Al-Quran, untuk para Hafizh dan Hafizhah. Saat itu kau begitu antusias dan bersemangat. Kau begitu percaya diri dan berkata, “ Ummi aku mau menjadi Hafizhah ”. Mungkin saat itu kau belum paham arti dari kata-kata yang kau ucapkan, tapi ucapanmu itu benar-benar membuat kami bahagia.

Kau tumbuh begitu cepat. Kecerdasanmu dalam berbicara, keberanianmu dalam berinteraksi dengan lingkungan baru, membuatmu begitu mencolok dibandingkan anak lain. Kau mungkin agak terlalu cepat dewasa, mengingat ketiga kakakmu memiliki umur yang jauh diatasmu. Karaktermu yang sangat ingin tahu dan cerewet kadang membuat kami kesal. Namun engkaulah sosok paling menghibur untuk kami semua di rumah besar kita.

Ziyah, abang ingin sekali bisa ikut melepasmu ke pesantren Ummu Habibah. Abang ingin sekali mencium dan memelukmu sebelum engkau pergi ke medan juang. Karena kami semua tahu, perjuangan yang akan kau tempuh tidaklah mudah. Kau harus rela meninggalkan kami keluarga yang engkau sayangi. Kau juga harus rela meninggalkan sebagian dari kebahagiaan masa kecilmu bersama teman-teman di sekolah. Belum lagi akun facebook, Instagram, ask.fm, twitter, dan permainan yang ada di tablet tak akan lagi kau jumpai.

Mumtaziyah adikku, senyuman perpisahanmu begitu melecut diri kami. Kami belajar banyak darimu tentang keberanian menjemput tantangan, juga senyuman dikala menghadapi kesulitan. Kau rela berkorban, kau memiliki bakti yang sulit ditandingi kepada Ummi dan Abi. Kami malu kepada diri kami yang sering kekanak kanakan, masih suka malas, dan seringkali patah semangat.

Ya Allah, mudahkanlah adikku dalam belajar, menghafal, dan memahami kalam suci dari-Mu. Tunaikanlah mimpinya sebagai seorang penjaga dari lembaran ayat-ayatMu. Kuatkanlah ia, jagalah ia, tuntunlah ia dalam kebahagiaan dan suka cita berada di jalan Mu yang Engkau ridhai. Amin..

Selamat Berjuang, Adikku. Abang akan selalu mendoakanmu.

Selamat Berjuang, Adikku. Abang akan selalu mendoakanmu.

Iklan
    • nikari
    • Agustus 13th, 2014

    subhanallah :”)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan